Laman

Rabu, 09 April 2014

[CERPEN] : Twitter Alisa

Twitter? Apa itu Twitter? Ada apa dengan Twitter? Mengapa teman-teman selalu membahas Twitter? Sebenarnya, Twitter itu apa, sih? Alisa hanya bisa berpikir di dalam hati. Dia malu jika bertanya kepada teman-temannya. Dia takut di sangka tidak update. Alias KUDET!

Setelah beberapa hari teman-temannya selalu membahas Twitter, Alisa pun memberanikan diri untuk bertanya karena dirinya sangat penasaran dengan Twitter.

"Dira!" Panggil Alisa dari kejauhan.Dira pun menghampiri Alisa.
"Ada apa, Lis?" Tanya Dira sambil sesekali melihat handphone yang ada di genggaman tangannya. 
"Itu apa?" Tanya Alisa menunjuk layar handphone Dira. Dira menaikkan satu alisnya. 
"Ini?" Tanya Dira lagi. Alisa mengangguk.
"Oh~ Ini Twitter, kamu nggak tahu, Lis?" Tanya Dira lagi.
Alisa terdiam sejenak. Dia mulai bingung harus berkata apa. Tapi, tentunya ia tak kehabisan akal.
"Tahu, dong. Cuman, beda tampilannya aja, ya nggak?" Ucap Alisa sambil membenarkan rambutnya yang sedikit acak-acakan.
"Iya sih, beda tampilannya. Kamu biasanya main di komputer atau laptop ya? Username Twitter kamu apa?" Tanya Dira lagi-lagi.
Alisa terdiam lagi. Apa itu Username? Ah, ribet banget sih, Twitter ini! 
"Hm... Aku gak mau kasih tau!" Ucap Alisa sambil melipat tangannya. Tetapi, wajah ramahnya tetap terlihat.
"Loh? Kenapa? Kalau followers kamu dikit, gapapa kok! Aku juga followers-nya dikit!" Ucap Dira.
Followers? Ah... Apalagi itu?!
"Pokoknya nggak mau!" Ucap Alisa, membulatkan matanya.
"Yaudah deh, kalo gak mau. Emang followers kamu berapa?" Tanya Dira penuh tanya.
Hm... Berapa? Berarti, jumlah ya... Ah, ini sih gampang!
"Followers-ku ada 400!" Ucap Alisa sambil mengibaskan rambutnya dengan pelan. Dira pun terkena kibasan rambutnya sedikit.
"Waa! Kalau aku hanya ada 150!" Ucap Dira sambil membulatkan matanya, melotot.
"Haha... Hebat kan? Iya dong, Alisa gitu!" Ucap Alisa sambil mengibaskan rambutnya lagi, tetapi kali ini dengan kencang.
"Oh iya, Lis. Di handphone kamu ada aplikasi Twitter gak? Asik tau, kalau main lewat handphone!" Ucap Dira sambil merebut handphone Alisa. 
"Ng... Aku nggak punya. Kamu bisa download-in gak?" Tanya Alisa. Dira mengangguk cepat.
"Tentu saja!" Ucap Dira. Dengan cepat dia menyentuh handphone-ku yang layar sentuh itu. 

Dia menyentuh aplikasi Play Store, lalu mengetik "Twitter" di kolom Search. Setelah menemukannya, dia segera men-download-nya. Alisa hanya melongo melihat kecepatannya yang sudah sangat mahir dalam bermain Android.

"Sudah?" Tanya Alisa sambil melihat wajahnya yang sangat bersemangat itu.
"Sudahlah! Cepat, kan?" Ucap Dira. Kali ini dia yang mengibaskan rambutnya. Lalu dia menyerahkan handphone nya kepada Alisa. 
"Nah, sekarang kamu Sign In ke Twitter kamu! Disini!" Ucap Dira sambil menyentuh layar handphone Alisa dengan keras, sehingga layarnya menjadi bergetar.
"Iya iya, aku sudah tahu!" Ucap Alisa sambil menyingkirkan tangan Dira dari layar handphone nya. Dira merungut kesal.

Hm... Ini bagaimana ya? Aku kan, tidak punya akun Twitter!

"Nah, gimana? Bisa gak?" Ucap Dira menyindir Alisa yang hanya terdiam memegang handphone nya.
Alisa hanya terdiam, lalu memasang wajah memelas. Itu artinya ia tidak mengerti dan butuh ajaran dari Dira.

"Hh... Jadi gini caranya, kamu tulis username kamu disini. Lalu tulis Password Twitter kamu disini!" Ucap Dira sambil menunjuk layar handphone Alisa. Tetapi kali ini tidak dengan keras.

"Username? Password?" Ucap Alisa dengan keras. Dia tak sadar jika ia mengucapkan kata-kata itu dengan keras, sehingga Dira menatapnya lekat.

"Kamu lupa Username dan Password kamu? Atau..."

"Dira!" Panggil seseorang, yaitu Ayah Dira.

"Oh iya, aku pulang dulu ya! Jangan lupa nanti main twitter!" Ucap Dira, lalu pergi menuju mobil Ayahnya.

Hh... Untung saja!

Alisa pun pulang dengan mengendarai sepedanya.

Sampai di rumah, Alisa langsung meletakkan tasnya di kamarnya, lalu mengganti bajunya. Sekarang dia memakai baju kaos berwarna biru bertuliskan "Sweet" dan celana berwarna putih polos.

Alisa mengambil handphone-nya lalu membuka Twitter yang tadi barusan di Download. Lalu ia mengotak-atiknya. Ia menyentuh tulisan 'Daftar'.

Setelah ia menyentuh tulisan "Daftar", tertera tulisan berjudul "Sign Up". Ada beberapa kolom yang harus di isi untuk membuat Twitter, yaitu Full name, Username, Email, dan Password. Alisa pun mengisinya;

SIGN UP
Full Name : Faziya Alisa
Username : faziyalisa
Email : faziya_alisa@********.com
Password : ********

Setelah mengisinya, Alisa menyentuh tulisan "Sign Up For Twitter". Beberapa lama kemudian, tertera profil Twitter baru Alisa. Kini, Twitter Alisa sudah selesai di buat. Tinggal memasang foto Profil, Header, Background, dan menambah followers. Alisa tidak mengerti semua itu, sehingga ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ruang dapur di rumahnya.

Alisa melihat Ibunya yang sedang memasak ayam goreng untuk makan siang. Alisa tidak ingin mengganggu Ibunya, sehingga dia duduk di bangku ruang makan menunggu Ibunya selesai memasak.

"Ibu, Lisa mau bertanya sesuatu," Ucap Alisa setelah Ibunya telah selesai memasak dan menyiapkan menu untuk makan siang.

"Tanya apa, Alisa?" Tanya Ibu Alisa kembali, sambil meletakkan piring di meja makan di depan Alisa.

"Begini bu, Ibu tahu Twitter gak?" Tanya Alisa sambil mengambil sendok di ujung meja makan.

"Twitter? Tahu. Memang kenapa, Alisa?" Tanya Ibu lagi.

"Jadi, teman Alisa semuanya sudah punya Twitter, bu. Ibu bisa tolong ajarkan Alisa cara membuat Twitter dan menggunakannya di handphone? Teman Alisa udah download-in Twitter-nya di handphone Alisa."

"Oh... Bisa kok, Alisa. Setelah kita makan, Ibu ajarkan caranya, ya?" Ucap Ibu Alisa sambil mengambilkan lauk untuk Alisa. Alisa pun mengangguk setuju, lalu memakan makan siangnya.

Setelah makan, Ibu dan Alisa pergi menuju ruang tamu dan duduk di sofa yang besar.

"Handphone Alisa mana, sayang?" Tanya Ibu kepada Alisa.

"Ini, Bu. Bagaimana cara memasang gambar Alisa di Twitter-nya, Bu?" Tanya Alisa sambil memberikan handphone-nya kepada Ibu.

"Begini caranya. Jadi Alisa pertama-tama tekan dulu ini, lalu tekan ini. Dan tekan ini, lalu pilih foto yang ingin Alisa jadikan profil. Jangan foto orang lho, harus foto Alisa. Lalu tekan ini. Jika ingin memasang header, tekan ini lalu ini. Dan pilih foto yang kamu suka, bisa berupa foto kamu atau foto apa saja. Untuk background-nya, Alisa tekan ini. Lalu pilih background yang Alisa sukai disini. Jika Alisa ingin memasang foto sendiri boleh saja, tekan yang ini. Nah, untuk profil, header, dan background sudah." Jelas Ibu panjang lebar sambil menunjuk icon-icon yang harus di tekan Alisa.

"Kalau ingin menambah followers, bagaimana Bu?" Tanya Alisa sambil menggaruk kepalanya yak tidak gatal.

"Untuk menambah followers, Alisa bisa follow semua teman-teman sekolah Alisa, lalu berikan mention kepadanya. Misalnya Alisa ingin follow Ibu, Alisa search dulu Username Ibu disini, lalu tekan icon ini. Setelah itu muncul profil Ibu, dan Alisa tekan ini. Untuk memberikan mention, Alisa tekan ini dan ketik 'Follback, Bu.'. Alisa tidak perlu mengetik nama Alisa karena nanti di notif Twitter Ibu akan ada nama Alisa sendiri." Jelas Ibu sambil mempraktikkan penjelasannya.

"Oh... begitu. Itu bisa dilihat semua orang, Bu?" Tanya Alisa kembali.

"Bisa, Alisa. Jika Alisa ingin mengirim seperti mention tetapi tidak bisa dilihat semua orang, Alisa bisa tekan icon ini. Icon ini ada jika teman Alisa itu sudah follback Alisa. Jika belum di follback, tidak akan ada icon ini di profilnya. Ini dinamakan Direct Messages atau bisa disingkat DM." Jelas Ibu.

"Ohh... begitu Bu. Terima kasih ya, Bu. Sudah mengajari Alisa cara bermain Twitter!" Ucap Alisa tersenyum manis kepada Ibunya itu.

"Sama-sama, Alisa. Nanti kalau ada yang membuat Alisa bingung, tanyakan saja pada Ibu." Kata Ibu yang juga tersenyum manis kepada Alisa.

"Sudah ya, Bu. Alisa mau main Twitter dulu di kamar. Terima kasih, Bu!" Alisa pun pergi dari ruang tamu, dan menuju kamarnya.

***

Esoknya, Alisa bangun pagi-pagi sekali. Sekitar jam 04.30 dia bangun. Dia segera mandi dan memakai seragam sekolahnya. Seperti biasa, dia mengenakan kunciran rambut yang berwarna biru muda. Setelah semua sudah siap, dia segera menggendong tas birunya dan keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.

"Selamat pagi, Ibu! Hari ini sarapannya apa, Bu?" Tanya Alisa lalu duduk di samping Nisa, adik kandungnya.

"Sarapan hari ini roti selai coklat dengan coklat panas, seperti kemarin." Jawab Ibu lalu memberi Alisa sepiring roti selai coklat dan segelas coklat panas yang masiiiiih..... hangat.

"Ayah mana, Bu?" Tanya Nisa kepada Ibu.

"Sudah berangkat duluan, katanya disuruh datang lebih pagi," Jawab Ibu lalu memakan roti selai coklatnya.

Setelah selesai sarapan, Alisa dan Nisa pamit pergi ke sekolah kepada Ibunya, dan segera berangkat dengan mengendarai sepeda.

Sampai di kelas...

"Assalamu'alaikum, Dira!" Kata Alisa menyapa Dira yang sedang memegang buku tulis.

"Wa'alaikumussalam, Alisa. Sini-sini, duduk di sebelahku." Ajak Dira. Alisa pun duduk di sebelah Dira.

"Itu buku tulis apa, Dir?" Tanya Alisa menunjuk buku tulis Dira.

"Ini? Ini buku tulis IPS. Aku ingin bertanya salah satu soal dari tugas yang diberi Bu Rahma kemarin, tetapi langsung datang kamu. Oh iya, kamu sudah mengerjakan tugas Bu Rahma?" Tanya Dira.

"TUGAS IPS!? Astagfirullah, aku belum mengerjakannya! Aku Lupa! Bagaimana ini, Dira......." Kata Alisa khawatir, takut dihukum Bu Rahma.

"Belum mengerjakan? Yah... kamu sih. Memang tadi malam kamu sedang apa? Mengapa bisa sampai lupa?" Tanya Dira.

"Tadi malam... Oh iya, tadi malam aku main Twitter." Kata Alisa sambil menepuk kepalanya.

"Gara-gara main Twitter? Ya Allah, Alisa..." Dira menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bagaimana ini, Dira... Duh, nanti pasti aku dihukum sama Bu Rahma!"Kata Alisa gelisah.

"Sudah sudah jangan pesimis dulu, berpikiran optimis saja. Jangan terlalu dipikirkan." Ucap Dira menenangkan Alisa.

Saat pelajaran IPS dimulai...

"Daniar Fitri Zakiya."

"Dira Fauziyah."

Daniar dan Dira maju ke depan dan mengumpulkan tugasnya.

Setelah beberapa nama dipanggil...

"Faziya Alisa Al-Husna."

Alisa maju ke depan tidak membawa apapun.

"Alisa, kamu belum mengerjakan tugasmu?" Tanya Bu Rahma dengan lembut.

"Belum, Bu. Saya lupa." Jawab Alisa singkat dan menundukkan kepalanya.

"Yasudah tidak apa-apa. Duduk kembali dan kerjakan tugasnya, halaman 34-35." Perintah Bu Rahma. Alisa kembali duduk dan sangat bersyukur karena tidak dihukum Bu Rahma. Ia segera mengerjakan tugas yang diberi Bu Rahma dengan baik.

Pulang sekolah, Alisa menceritakan kejadian itu kepada Ibu.

"Makanya Alisa, lain kali jangan terlalu lama bermain Twitter. Jadi lupa deh, tugas IPS-nya. Mulai sekarang, kalau bermain Twitter hanya boleh di hari libur dan itupun tidak boleh terlalu lama. Mengerti, Alisa?" Jelas Ibu sekalian bertanya kepada Alisa.

"Mengerti, Bu." Jawab Alisa dengan lemas.

Dan mulai saat itu juga, Alisa hanya bermain Twitter di saat hari libur dan tidak terlalu lama. Tugasnya pun tidak ada yang tidak ia kerjakan.


~ S E L E S A I ~









Rabu, 09 April 2014

[CERPEN] : Twitter Alisa

Twitter? Apa itu Twitter? Ada apa dengan Twitter? Mengapa teman-teman selalu membahas Twitter? Sebenarnya, Twitter itu apa, sih? Alisa hanya bisa berpikir di dalam hati. Dia malu jika bertanya kepada teman-temannya. Dia takut di sangka tidak update. Alias KUDET!

Setelah beberapa hari teman-temannya selalu membahas Twitter, Alisa pun memberanikan diri untuk bertanya karena dirinya sangat penasaran dengan Twitter.

"Dira!" Panggil Alisa dari kejauhan.Dira pun menghampiri Alisa.
"Ada apa, Lis?" Tanya Dira sambil sesekali melihat handphone yang ada di genggaman tangannya. 
"Itu apa?" Tanya Alisa menunjuk layar handphone Dira. Dira menaikkan satu alisnya. 
"Ini?" Tanya Dira lagi. Alisa mengangguk.
"Oh~ Ini Twitter, kamu nggak tahu, Lis?" Tanya Dira lagi.
Alisa terdiam sejenak. Dia mulai bingung harus berkata apa. Tapi, tentunya ia tak kehabisan akal.
"Tahu, dong. Cuman, beda tampilannya aja, ya nggak?" Ucap Alisa sambil membenarkan rambutnya yang sedikit acak-acakan.
"Iya sih, beda tampilannya. Kamu biasanya main di komputer atau laptop ya? Username Twitter kamu apa?" Tanya Dira lagi-lagi.
Alisa terdiam lagi. Apa itu Username? Ah, ribet banget sih, Twitter ini! 
"Hm... Aku gak mau kasih tau!" Ucap Alisa sambil melipat tangannya. Tetapi, wajah ramahnya tetap terlihat.
"Loh? Kenapa? Kalau followers kamu dikit, gapapa kok! Aku juga followers-nya dikit!" Ucap Dira.
Followers? Ah... Apalagi itu?!
"Pokoknya nggak mau!" Ucap Alisa, membulatkan matanya.
"Yaudah deh, kalo gak mau. Emang followers kamu berapa?" Tanya Dira penuh tanya.
Hm... Berapa? Berarti, jumlah ya... Ah, ini sih gampang!
"Followers-ku ada 400!" Ucap Alisa sambil mengibaskan rambutnya dengan pelan. Dira pun terkena kibasan rambutnya sedikit.
"Waa! Kalau aku hanya ada 150!" Ucap Dira sambil membulatkan matanya, melotot.
"Haha... Hebat kan? Iya dong, Alisa gitu!" Ucap Alisa sambil mengibaskan rambutnya lagi, tetapi kali ini dengan kencang.
"Oh iya, Lis. Di handphone kamu ada aplikasi Twitter gak? Asik tau, kalau main lewat handphone!" Ucap Dira sambil merebut handphone Alisa. 
"Ng... Aku nggak punya. Kamu bisa download-in gak?" Tanya Alisa. Dira mengangguk cepat.
"Tentu saja!" Ucap Dira. Dengan cepat dia menyentuh handphone-ku yang layar sentuh itu. 

Dia menyentuh aplikasi Play Store, lalu mengetik "Twitter" di kolom Search. Setelah menemukannya, dia segera men-download-nya. Alisa hanya melongo melihat kecepatannya yang sudah sangat mahir dalam bermain Android.

"Sudah?" Tanya Alisa sambil melihat wajahnya yang sangat bersemangat itu.
"Sudahlah! Cepat, kan?" Ucap Dira. Kali ini dia yang mengibaskan rambutnya. Lalu dia menyerahkan handphone nya kepada Alisa. 
"Nah, sekarang kamu Sign In ke Twitter kamu! Disini!" Ucap Dira sambil menyentuh layar handphone Alisa dengan keras, sehingga layarnya menjadi bergetar.
"Iya iya, aku sudah tahu!" Ucap Alisa sambil menyingkirkan tangan Dira dari layar handphone nya. Dira merungut kesal.

Hm... Ini bagaimana ya? Aku kan, tidak punya akun Twitter!

"Nah, gimana? Bisa gak?" Ucap Dira menyindir Alisa yang hanya terdiam memegang handphone nya.
Alisa hanya terdiam, lalu memasang wajah memelas. Itu artinya ia tidak mengerti dan butuh ajaran dari Dira.

"Hh... Jadi gini caranya, kamu tulis username kamu disini. Lalu tulis Password Twitter kamu disini!" Ucap Dira sambil menunjuk layar handphone Alisa. Tetapi kali ini tidak dengan keras.

"Username? Password?" Ucap Alisa dengan keras. Dia tak sadar jika ia mengucapkan kata-kata itu dengan keras, sehingga Dira menatapnya lekat.

"Kamu lupa Username dan Password kamu? Atau..."

"Dira!" Panggil seseorang, yaitu Ayah Dira.

"Oh iya, aku pulang dulu ya! Jangan lupa nanti main twitter!" Ucap Dira, lalu pergi menuju mobil Ayahnya.

Hh... Untung saja!

Alisa pun pulang dengan mengendarai sepedanya.

Sampai di rumah, Alisa langsung meletakkan tasnya di kamarnya, lalu mengganti bajunya. Sekarang dia memakai baju kaos berwarna biru bertuliskan "Sweet" dan celana berwarna putih polos.

Alisa mengambil handphone-nya lalu membuka Twitter yang tadi barusan di Download. Lalu ia mengotak-atiknya. Ia menyentuh tulisan 'Daftar'.

Setelah ia menyentuh tulisan "Daftar", tertera tulisan berjudul "Sign Up". Ada beberapa kolom yang harus di isi untuk membuat Twitter, yaitu Full name, Username, Email, dan Password. Alisa pun mengisinya;

SIGN UP
Full Name : Faziya Alisa
Username : faziyalisa
Email : faziya_alisa@********.com
Password : ********

Setelah mengisinya, Alisa menyentuh tulisan "Sign Up For Twitter". Beberapa lama kemudian, tertera profil Twitter baru Alisa. Kini, Twitter Alisa sudah selesai di buat. Tinggal memasang foto Profil, Header, Background, dan menambah followers. Alisa tidak mengerti semua itu, sehingga ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ruang dapur di rumahnya.

Alisa melihat Ibunya yang sedang memasak ayam goreng untuk makan siang. Alisa tidak ingin mengganggu Ibunya, sehingga dia duduk di bangku ruang makan menunggu Ibunya selesai memasak.

"Ibu, Lisa mau bertanya sesuatu," Ucap Alisa setelah Ibunya telah selesai memasak dan menyiapkan menu untuk makan siang.

"Tanya apa, Alisa?" Tanya Ibu Alisa kembali, sambil meletakkan piring di meja makan di depan Alisa.

"Begini bu, Ibu tahu Twitter gak?" Tanya Alisa sambil mengambil sendok di ujung meja makan.

"Twitter? Tahu. Memang kenapa, Alisa?" Tanya Ibu lagi.

"Jadi, teman Alisa semuanya sudah punya Twitter, bu. Ibu bisa tolong ajarkan Alisa cara membuat Twitter dan menggunakannya di handphone? Teman Alisa udah download-in Twitter-nya di handphone Alisa."

"Oh... Bisa kok, Alisa. Setelah kita makan, Ibu ajarkan caranya, ya?" Ucap Ibu Alisa sambil mengambilkan lauk untuk Alisa. Alisa pun mengangguk setuju, lalu memakan makan siangnya.

Setelah makan, Ibu dan Alisa pergi menuju ruang tamu dan duduk di sofa yang besar.

"Handphone Alisa mana, sayang?" Tanya Ibu kepada Alisa.

"Ini, Bu. Bagaimana cara memasang gambar Alisa di Twitter-nya, Bu?" Tanya Alisa sambil memberikan handphone-nya kepada Ibu.

"Begini caranya. Jadi Alisa pertama-tama tekan dulu ini, lalu tekan ini. Dan tekan ini, lalu pilih foto yang ingin Alisa jadikan profil. Jangan foto orang lho, harus foto Alisa. Lalu tekan ini. Jika ingin memasang header, tekan ini lalu ini. Dan pilih foto yang kamu suka, bisa berupa foto kamu atau foto apa saja. Untuk background-nya, Alisa tekan ini. Lalu pilih background yang Alisa sukai disini. Jika Alisa ingin memasang foto sendiri boleh saja, tekan yang ini. Nah, untuk profil, header, dan background sudah." Jelas Ibu panjang lebar sambil menunjuk icon-icon yang harus di tekan Alisa.

"Kalau ingin menambah followers, bagaimana Bu?" Tanya Alisa sambil menggaruk kepalanya yak tidak gatal.

"Untuk menambah followers, Alisa bisa follow semua teman-teman sekolah Alisa, lalu berikan mention kepadanya. Misalnya Alisa ingin follow Ibu, Alisa search dulu Username Ibu disini, lalu tekan icon ini. Setelah itu muncul profil Ibu, dan Alisa tekan ini. Untuk memberikan mention, Alisa tekan ini dan ketik 'Follback, Bu.'. Alisa tidak perlu mengetik nama Alisa karena nanti di notif Twitter Ibu akan ada nama Alisa sendiri." Jelas Ibu sambil mempraktikkan penjelasannya.

"Oh... begitu. Itu bisa dilihat semua orang, Bu?" Tanya Alisa kembali.

"Bisa, Alisa. Jika Alisa ingin mengirim seperti mention tetapi tidak bisa dilihat semua orang, Alisa bisa tekan icon ini. Icon ini ada jika teman Alisa itu sudah follback Alisa. Jika belum di follback, tidak akan ada icon ini di profilnya. Ini dinamakan Direct Messages atau bisa disingkat DM." Jelas Ibu.

"Ohh... begitu Bu. Terima kasih ya, Bu. Sudah mengajari Alisa cara bermain Twitter!" Ucap Alisa tersenyum manis kepada Ibunya itu.

"Sama-sama, Alisa. Nanti kalau ada yang membuat Alisa bingung, tanyakan saja pada Ibu." Kata Ibu yang juga tersenyum manis kepada Alisa.

"Sudah ya, Bu. Alisa mau main Twitter dulu di kamar. Terima kasih, Bu!" Alisa pun pergi dari ruang tamu, dan menuju kamarnya.

***

Esoknya, Alisa bangun pagi-pagi sekali. Sekitar jam 04.30 dia bangun. Dia segera mandi dan memakai seragam sekolahnya. Seperti biasa, dia mengenakan kunciran rambut yang berwarna biru muda. Setelah semua sudah siap, dia segera menggendong tas birunya dan keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.

"Selamat pagi, Ibu! Hari ini sarapannya apa, Bu?" Tanya Alisa lalu duduk di samping Nisa, adik kandungnya.

"Sarapan hari ini roti selai coklat dengan coklat panas, seperti kemarin." Jawab Ibu lalu memberi Alisa sepiring roti selai coklat dan segelas coklat panas yang masiiiiih..... hangat.

"Ayah mana, Bu?" Tanya Nisa kepada Ibu.

"Sudah berangkat duluan, katanya disuruh datang lebih pagi," Jawab Ibu lalu memakan roti selai coklatnya.

Setelah selesai sarapan, Alisa dan Nisa pamit pergi ke sekolah kepada Ibunya, dan segera berangkat dengan mengendarai sepeda.

Sampai di kelas...

"Assalamu'alaikum, Dira!" Kata Alisa menyapa Dira yang sedang memegang buku tulis.

"Wa'alaikumussalam, Alisa. Sini-sini, duduk di sebelahku." Ajak Dira. Alisa pun duduk di sebelah Dira.

"Itu buku tulis apa, Dir?" Tanya Alisa menunjuk buku tulis Dira.

"Ini? Ini buku tulis IPS. Aku ingin bertanya salah satu soal dari tugas yang diberi Bu Rahma kemarin, tetapi langsung datang kamu. Oh iya, kamu sudah mengerjakan tugas Bu Rahma?" Tanya Dira.

"TUGAS IPS!? Astagfirullah, aku belum mengerjakannya! Aku Lupa! Bagaimana ini, Dira......." Kata Alisa khawatir, takut dihukum Bu Rahma.

"Belum mengerjakan? Yah... kamu sih. Memang tadi malam kamu sedang apa? Mengapa bisa sampai lupa?" Tanya Dira.

"Tadi malam... Oh iya, tadi malam aku main Twitter." Kata Alisa sambil menepuk kepalanya.

"Gara-gara main Twitter? Ya Allah, Alisa..." Dira menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bagaimana ini, Dira... Duh, nanti pasti aku dihukum sama Bu Rahma!"Kata Alisa gelisah.

"Sudah sudah jangan pesimis dulu, berpikiran optimis saja. Jangan terlalu dipikirkan." Ucap Dira menenangkan Alisa.

Saat pelajaran IPS dimulai...

"Daniar Fitri Zakiya."

"Dira Fauziyah."

Daniar dan Dira maju ke depan dan mengumpulkan tugasnya.

Setelah beberapa nama dipanggil...

"Faziya Alisa Al-Husna."

Alisa maju ke depan tidak membawa apapun.

"Alisa, kamu belum mengerjakan tugasmu?" Tanya Bu Rahma dengan lembut.

"Belum, Bu. Saya lupa." Jawab Alisa singkat dan menundukkan kepalanya.

"Yasudah tidak apa-apa. Duduk kembali dan kerjakan tugasnya, halaman 34-35." Perintah Bu Rahma. Alisa kembali duduk dan sangat bersyukur karena tidak dihukum Bu Rahma. Ia segera mengerjakan tugas yang diberi Bu Rahma dengan baik.

Pulang sekolah, Alisa menceritakan kejadian itu kepada Ibu.

"Makanya Alisa, lain kali jangan terlalu lama bermain Twitter. Jadi lupa deh, tugas IPS-nya. Mulai sekarang, kalau bermain Twitter hanya boleh di hari libur dan itupun tidak boleh terlalu lama. Mengerti, Alisa?" Jelas Ibu sekalian bertanya kepada Alisa.

"Mengerti, Bu." Jawab Alisa dengan lemas.

Dan mulai saat itu juga, Alisa hanya bermain Twitter di saat hari libur dan tidak terlalu lama. Tugasnya pun tidak ada yang tidak ia kerjakan.


~ S E L E S A I ~